Dua Fisikawan UI Terlibat Penemuan “Partikel Tuhan”

Sumber : Ikatan Alumni UI [iluni.net]

Suharyo-Sumowidagdo

Indonesia patut berbangga, dua fisikawan asal Indonesia ternyata juga terlibat dalam perburuan Higgs Boson atau “Partikel Tuhan” dalam eksperimen Large Hadron Collider. Dua fisikawan tersebut adalah Suharyo Sumowidagdo dan Rahmat, dua alumni jurusan Fisika UI. Penemuan partikel Tuhan yang diumumkan 3 Juli lalu menjadi topik pembicaraan hangat di berbagai penjuru dunia. Penemuan partikel tersebut sudah lama ditunggu oleh para ilmuwan. Pasalnya, riset itu memakan waktu lebih dari 20 tahun dan melibatkan 3.000 ilmuwan dari 40 negara. Hasilnya cukup setimpal. Penemuan partikel baru tersebut mengubah penjelasan sederhana tentang komposisi atom. Sebuah atom selama ini diketahui memiliki komposisi yang terdiri atas proton (bermuatan positif), elektron (negatif), dan neutron (netral). Tapi, kini ada lagi tambahan: higgs-boson.

Partikel higgs-boson adalah sebuah partikel yang disebut-sebut sebagai partikel Tuhan. Partikel ini dianggap bertanggung jawab memberikan massa terhadap setiap materi. Bisa dibilang, partikel itu adalah kunci yang membuka misteri alam semesta, yakni bagaimana materi menyatu untuk membentuk galaksi, bintang, planet, bahkan manusia.

Soal penamaan partikel Tuhan, pencetus keberadaan partikel higgs-boson, Peter Higgs, menyatakan, partikel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyebutan Tuhan. Dia mengisahkan, ada cerita unik di balik sejarah penamaan partikel Tuhan. Istilah “partikel Tuhan” dikenal sejak 1993 dari buku berjudul The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question” Buku tersebut karya penerima hadiah Nobel bidang fisika Leon M. Lederman.

Menurut Higgs, awalnya sang penulis memberi nama partikel itu “Goddamn Particle” alias “partikel terkutuk”. Sebab, partikel tersebut sangat sulit ditemukan. Namun, konon, editor buku itu tak berkenan dengan istilah itu dan mengubah penyebutan Goddamn Particle menjadi “God Particle” alias partikel Tuhan. Berkat istilah itu, proyek pencarian partikel yang menghabiskan dana sangat besar mendapat perhatian dunia.

“Partikel ini memberi jawaban bagaimana partikel-partikel lain memiliki massa. Menemukan partikel ini seperti halnya kita menemukan harta karun yang terpendam. Di masa depan, partikel ini akan sangat berguna untuk memahami alam semesta,” jelas Rahmat saat diwawancara via e-mail beberapa waktu lalu. Hingga kini Rahmat dan Suharyo masih di Swiss untuk meneruskan risetnya.

Menurut fisikawan 37 tahun itu, upaya menemukan partikel baru tersebut menghadapi banyak tantangan dan hambatan, khususnya masalah teknis. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian luar biasa. “Bisa diibaratkan kita mencari sebuah jarum di tumpukan jerami. Partikel ini hanya dapat ditemukan dengan akselerator yang memiliki energi yang sangat besar. Untuk membangun akselerator yang dinamakan Large Hadron Collider (LHC) dibutuhkan dukungan dana yang besar,” urainya.

Keterlibatan Rahmat maupun Suharyo bermula saat mereka ikut dalam eksperimen Compact Muon Solenoid (CMS) di CERN, Swiss. CMS merupakan salah satu detektor LHC yang menemukan partikel Tuhan. Rahmat mulai bergabung dengan CMS pada Juli 2008. “Saya terlibat di CMS saat menempuh program postdoctoral di University of Mississippi, AS,” ujar Rahmat.

Suharyo menyusul beberapa saat kemudian. Kala itu Suharyo bekerja sebagai staf peneliti di Departemen Fisika dan Astronomi, University of California, Riverside.
Sejak saat itu keduanya bahu-membahu dengan ribuan ilmuwan lain untuk mencari partikel Tuhan. Rahmat memaparkan, mereka cukup berperan dalam penelitian tersebut. Peraih gelar PhD ilmu fisika dari University of Oregon, Eugene, itu memaparkan, dirinya berhasil mengembangkan teknik simulasi detektor (HFGFlash) untuk kolaborasi CMS. Simulasi temuan tersebut merupakan yang tercepat di dunia untuk electromagnetic shower di daerah Forward CMS (ujung detektor CMS). “Simulasi yang saya buat berdasarkan pameterisasi dapat bekerja 10-1.000 kali lebih cepat daripada”simulasi standar detektor (Geant4). Saya yakin, selain untuk CMS, simulasi saya akan sangat berguna untuk semua eksperimen fisika sekarang dan masa depan,” jelasnya.

Keterlibatannya dalam penemuan partikel Tuhan tersebut, lanjut Rahmat, membawa perkembangan besar bagi karirnya sebagai fisikawan. Dia menjelaskan, sejak partikel tersebut ditemukan, banyak respons dari berbagai pihak. Bahkan, dia mendapat beberapa tawaran interview untuk menjadi profesor fisika atau astronomi di Amerika Serikat. “Yang jelas, penemuan ini benar-benar mendorong karir para fisikawan yang terlibat, termasuk saya dan Suharyo,” urainya.

Sebagai fisikawan, bisa dibilang Rahmat cukup sukses berkarir di negeri Paman Sam. Sebelum bergabung dengan CERN, alumnus S-2 jurusan fisika di University of Oregon itu mencicipi karir di sejumlah perusahaan ternama di Amerika Serikat. Di antaranya Apple Computer, PayPal, hingga eBay. “Saya sempat menyaksikan wajah almarhum Steve Jobs dari dekat, lho,” ujarnya.

Namun, kesuksesan yang diraih Rahmat tentu tidak instan. Apalagi, Rahmat tidak dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan. Rahmat yang tumbuh di ibu kota itu mengisahkan bahwa keluarganya sangat miskin saat dirinya masih kecil. Bahkan, mereka sekeluarga harus tidur hanya beralas kertas koran. “Ayah saya tidak punya uang untuk membiayai sekolah saya. Tapi, beliau tetap berusaha membiayai pendidikan anak-anaknya dengan berjualan permen jahe tanpa kenal lelah. Saya sungguh berutang jasa atas perjuangan beliau untuk menyekolahkan saya,” kenangnya.

Rahmat menaruh perhatian pada dunia fisika sejak kecil. Anak kedua dari tiga bersaudara itu mengungkapkan, saat masih duduk di SD, dirinya pernah bermimpi untuk bisa membalikkan arah waktu. “Ya, seperti time traveler gitu. Saya ingin melihat dunia di masa depan atau masa lalu. Itulah sebabnya, saya menyukai fisika sejak kecil. Saya benar-benar jatuh cinta pada fisika setelah saya melihat keindahan fisika,” ungkapnya.

Karena itu, Rahmat tidak ragu memilih jurusan fisika di Universitas Indonesia. Perjalanan karir Rahmat pun dimulai dari situ. Begitu lulus, dia melanjutkan S-2 jurusan fisika di University of Oregon. Rahmat juga tidak menemui kesulitan dalam melanjutkan program S-3 di universitas yang sama. Hebatnya, selama menempuh program S-2 dan S-3, dia tidak mengeluarkan duit untuk membayar kuliah. “Saya beruntung mendapat tunjangan dari University of Oregon dalam bentuk kuliah sambil mengajar. Artinya, saya dapat kuliah pascasarjana gratis dan tunjangan hidup. Namun, saya wajib memberikan kuliah fisika dasar dan mengajar laboratorium untuk mahasiswa tingkat satu dan tingkat dua,” urainya.

Ke depan Rahmat dan Suharyo sudah memiliki “pekerjaan” baru. Keduanya terlibat dalam proyek penelitian top quark. Proyek tersebut mirip proyek penemuan partikel Tuhan dan hasil penelitiannya bisa menjadi jendela baru untuk new physics atau “physics beyond standard model”. “Di sini saya akan meng-upgrade photomultiplier (PMT) untuk CMS detektor di awal 2013. Sebab, PMT yang akan saya pasang memiliki kinerja yang lebih baik daripada PMT sebelumnya. Selain itu, kami berpartisipasi untuk CMS upgrade pada 2018 sehingga LHC akan meningkatkan kemampuannya,” jelas Rahmat.

Ketika ditanya soal masa depan fisikawan Indonesia, Rahmat memaparkan bahwa sebenarnya fisikawan tanah air memiliki keuntungan besar. Sebab, materi yang diajarkan di sekolah Indonesia lebih berbobot daripada materi yang diajarkan di sekolah-sekolah luar negeri. Namun, budaya malu bertanya masih kuat di Indonesia.
“Peneliti asing lebih aktif bertanya. Mereka tidak ragu untuk mempertanyakan teori yang diungkapkan atasannya. Bahkan, jika mereka melihat Tuhan, mereka akan mengejar-Nya. Istilahnya seperti itu,” guraunya.

Di samping itu, anggaran penelitian di Indonesia cukup minim. “Saya akan berpikir dua kali untuk kembali ke Indonesia jika ingin melakukan penelitian. Soalnya, penelitian itu butuh biaya tidak sedikit dan itu harus dibiayai pemerintah,” tandasnya

Advertisements

Relief Teacher dan Tutorial Program

PBM di kelas XI MIA 1, SMAN 1 Garut, 2014

A. Latar Belakang
Dalam pelaksaan proses belajar mengajar, pelayanan kepada siswa adalah hal yang paling utama dan guru sebagai fasilitator berkewa-jiban mencipta-kan kondisi yang mendukung siswa untuk belajar yaitu kondisi yang mampu membangkitkan semangat siswa, mampu mendorong kreativ-itasnya, menyenangkan, dan yang tidak kalah penting adalah mampu menjangkau seluruh karakteristik akademik siswa. Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan hal demikian itu tidak tercapai sepenuhnya selalu saja ada keku-rangan walaupun secara umum tercapai baik.

Penulis bermaksud menyoroti dua kasus yang sering terjadi di sekolah-sekolah terutama sekolah tingkat menengah dan atas yaitu kasus kosongnya kelas saat guru berhalangan dan kurang optimalnya guru dalam melayani siswa yang kurang dalam akademik karena dua hal ini kadang nyaris luput dari perhatian padahal itu bentuk-bentuk pelayanan belajar yang vital bagi siswa.

Dalam kesempatan ini, penulis bermaksud menyampaikan sebuah gagasan sederhana untuk mengatasi hal tersebut dimana penulis memandang jika dilaksanakan secara konsisten akan dapat memberikan dampak yang luar biasa terhadap peningkatan pelayanan belajar pada siswa. Gagasan itu penulis sebut sebagai R&T program yang inspirasinya penulis dapatkan dari hasil observasi bersama kawan seperjuangan Rhida Jaya Bhuana dari SMAN 1 Subang, Kuningan di sekolah Wirreanda High School, Adelaide, SA melalui Program Continuous Profesional Development and Training Management for Teacher and Headmaster 2014 diorganisir oleh Knowledge Exchange Australia (KEA) di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

B. Pengertian
R&T Program adalah Relieve Lesson dan Tutorial Program. Relieve Lesson adalah sistem untuk mengatasi pelajaran yang gurunya berhalangan selanjutnya akan melahirkan Relieve Teacher, sedangkan Tutorial program adalah program pelayanan belajar individual untuk membantu siswa yang kemampuan akademiknya kurang baik selanjutnya akan melahirkan Tutor atau Mentor.

C. Mengapa ini Penting?
Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa tujuan program ini adalah untuk mengatasi pelajaran yang gurunya berhalangan dan membantu siswa yang kemampuan akademiknya kurang, maka jelas ini sangat penting sebab selama ini umumnya ketika seorang guru berhalangan hadir maka guru tersebut hanya membuat tugas untuk siswanya kemudian kelas menjadi kosong, ini artinya siswa tidak terlayani dengan baik. Pertanyaan sederhana, siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak baik terhadap siswa selama pelajaran kosong tadi? Maka sangat jelas, harus ada yang menggantinya.

Tutorial program sangat penting karena umumnya siswa yang kurang baik akademiknya nyaris kurang terperhatikan, guru lebih tercurah pada kelompok menengah dan atas. Paling umum yang dilakukan siswa adalah pergi ke tempat les atau mendatangkan guru ke rumah (privat) untuk yang mampu, jika tidak maka siswa menerima pelayanan sekolah semaksimal mungkin.

D. Hal-Hal yang Dibutuhkan
Untuk melaksanakan program tersebut setidaknya terdapat beberapa hal yang akan dibutuhkan, yaitu :

1. Commitment

Dibutuhkan sebuah komitmen yang serius dari guru dan sekolah untuk bertekad memberikan pelayanan optimal pada siswa bukan karena kewajiban tugas tapi muncul atas kesadaran profesional sebagai pendidik dan sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk membangun generasi yang lebih baik. Ini adalah fondasi pertama yang harus dibangun atas dasar keikhlasan.

2. Teacher

Yaitu guru pengganti (relieve teacher) untuk program relieve lesson dan tutor/mentor untuk program tutorial. Terdapat beberapa alternatif untuk relieve teacher antara lain bisa menggunakan guru yang ada (pemberdayaan), atau menggunakan guru khusus (berarti membutuhkan dana khusus, ini tergantung sekolahnya). Begitu pula untuk Tutorial program, tutornya bisa mengguna-kan guru yang ada, atau guru khusus, atau voluntir seperti mahasiswa/alumni.

3. Organizer

Yaitu pengelola program yang akan bertugas mengatur dan menjalankan program ini termasuk data administrasi. Pengelola program relieve lesson lebih tepat dipegang oleh Tim Piket KBM sedangkan tutorial program lebih tepat dipegang oleh unit BP/BK (Bimbingan Penyuluhan dan Konseling).

4. Room

Ruangan khusus mungkin diperlukan untuk tutorial program namun hal ini bukan suatu keharusan tergantung kemampuan dan keadaan sekolah, bisa menggunakan ruang khusus (nantinya disebut Tute Room) atau menggunakan ruang yang ada seperti ruang guru, ruang piket, mushola, ruang perpustakaan, ruang BP/BK, dll sangat fleksibel.

5. Rule

Aturan main yang jelas agar mudah dipahami sangat diperlukan untuk membangun persepsi yang sama. Di bawah ini adalah contoh aturan Relieve Lesson yang bisa diperbaiki lagi untuk disesuaikan. Contoh : 1) Konfirmasi guru yang berhala-ngan hadir harus dilakukan minimal 2 jam pelajaran sebelumnya, 2) Guru harus membuat deskripsi kegiatan siswa, lembar kerja, dan penjelasan lainnya yang diperlukan. Contoh aturan untuk siswa yang mendaftar atau direkomendasikan guru yaitu : 1) Siswa yang baru bisa lulus <40%, 2) Tutorial dilakukan pada jam pelajaran tersebut dengan durasi waktu yang sama, dll

6. Funding

Mengenai apakah program ini perlu dana khusus atau tidak tergantung pada kebijakan sekolah dan skenario relieve teacher atau tutor yang diambil. Jika sekolah memilih guru khusus untuk relief teacher tentu perlu dana khusus begitu juga untuk tutor, jika dipilih guru khusus maka perlu dana khusus pula, jadi sangat relatif tergantung kebijakan sekolah, yang jelas pastinya setiap program memerlukan pendanaan meskipun hanya untuk alat tulis kantor.

7. Standard Procedure

Diperlukan sebuah prosedur standar untuk melaksanakan program ini agar seluruh guru dan pihak-pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama akan tata pelaksanaannya.

8. Policy

Pelaksanaan program ini memerlukan duku-ngan yang kuat dari seluruh komponen sekolah oleh karena itu maka legalisasi program dari Kepala Sekolah dalam bentuk SK (Surat Keputusan) sangat diperlukan untuk memperjelas Tufoksi dan status program termasuk anggaran di dalamnya.

E. Strategi Penerapan

Alternatif strategi untuk penerapan R&T Program jika memberdayakan guru yang ada (Guru Tetap Yayasan atau PNS) antara lain :

  1. Sekolah membuat aturan tentang kehadiran guru yaitu untuk kehadiran full time (dari jam pertama hingga selesai) selama 4 hari atau 5 hari dari setiap minggu tergantung kebijakan sekolah. Tentunya waktu kehadiran ini bukan hanya untuk memenuhi target 24 jam mengajar saja tapi termasuk persiapan dan tugas administrasi. Kecuali untuk guru yang sedang melanjutkan studi maka diberikan ijin khusus secara fleksibel.
  1. Seksi pembuat jadwal di bagain Kurikulum mengatur jadwal guru agar setiap harinya tersedia guru yang kosong jam mengajarnya secara proporsional maksudnya dapat terwakili setiap rumpunnya.
  1. Berdasarkan jadwal dari bagian Kurikulum, organizer mengatur jadwal relief teacher dan tutor, misalnya 1-3 guru dari tiap rumpun pelajaran sehingga akan tersedia 5-12 guru yang stand by untuk jadi relief teacher atau tutor (relatif tergantung keperluan) selanjutny mereka disebut sebagai Guru Piket. Contoh untuk sekolah yang banyak kelasnya : MIPA 2 orang, IPS 2 orang, Agama-Seni-OR 2 orang, Bahasa 2 orang, dll. Strategi tadi tentu akan berbeda jika sekolah memutuskan menggunakan guru khusus untuk menjadi relieve teacher atau tutor maka akan semakin sederhana.
  1. Organizer menyiapkan perangkat administrasi yaitu : form relieve lesson, form relieve teacher, jurnal relieve lesson, form tutorial, form tutor, jadwal guru piket.
  2. Relief teacher menjalankan tugas penggantian sesuai dengan perangkat yang telah disiapkan oleh guru yang berhalangan. Tugas relieve teacher fleksibel tidak harus mengajar seperti guru aslinya, bisa saja hanya mengkondisikan kelas mengikuti deskripsi kegiatan yang dibuat gurunya. Relieve teacher tidak harus guru yang latar belakangnya sama. Tugas utamanya adalah mengawasi dan memastikan bahwa kelas tersebut melakukan kegiatan sesuai intruksi gurunya.
  3. Sekolah menetapkan payung hukum untuk program tersebut yang terintegrasi dalam Program Tahunan Sekolah termasuk anggarannya serta memberi SK (Surat Keputusan) untuk guru-guru yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.
    Contoh Struktur Organisasinya :Penanggungjawab   : Kepala Sekolah
    Penasehat Program : Pengawas Sekolah
    Pengawas Program : Wks. Bid. Kurikulum
    Koord. Program      : Kepala Piket KBM
    Wakil Koord. Prog.   : Kepala BP/BK
    Administrasi Prog.   : Front Ofice atau TU
    Guru Piket               : Sesuai jadwal dan hasil musyawarah7. Sekolah melakukan evaluasi secara berkala atas pelaksanaan program setiap 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun untuk dilakukan perbaikan yang terus menerus.

F. Dokumen Pendukung

Beberapa dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan program ini antara lain :

  1. Program Kerja [berisi latar belakang, maksud dan tujuan, deskripsi program (aturan dan standar prosedur), struktur organisasi, anggaran, jadwal Guru Piket, dan lampiran-lampiran (meliputi form-form dan SK)].
  1. Buku Jurnal Relieve Lesson Program yaitu buku catatan kegiatan relieve lesson setiap pelajaran setiap hari, diisi oleh petugas administrasi yang direkap setiap 3 bulan. Hasil rekapan harus menjelaskan jumlah relieve lesson, rata-rata, guru yang sering berhalangan, prosentase kehadiran guru, dll bisa dalam bentuk angka-angka dan grafik.
  1. Buku Jurnal Tutorial Program, seperti jurnal sebelumnya berisi catatan kegiatan tutorial setiap waktu, diisi oleh guru BP/BK dan direkap setiap 3 bulan.
  1. Form Relieve Lesson yaitu form yang diisi oleh guru berhalangan atau oleh staf administrasi Piket ketika guru yang berhalangan hadir mengkonfirmasi.
  1. Form Tutorial Program yaitu form yang diisi oleh siswa yang meminta tutorial atau guru yang merekomendasikan siswa untuk men-dapatkan pelayanan tutorial.
  1. Form Tutor yaitu form yang diisi tutor untuk melaporkan kegiatan tutorial yang dilaksanakan, diserah-kan pada Koord. BP/BK untuk disalin ke jurnal lalu diserahkan ke guru yang mengajar siswa tersebut.
  2. Jadwal Guru Piket yaitu jadwal guru-guru yang stand by untuk ditugaskan menjadi relief teacher atau tutor.

 Contoh dokumen-dokumen di atas sudah penulis sediakan dalam bentuk MsWord dan dapat diminta kapan saja secara gratis dengan menghubungi email penulis di dsaepudin.grt77@yahoo.co.id.

G. Simpulan, Peluang, dan Harapan

Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan beberapa hal penting, yaitu :

  1. Jam kosong akibat guru berhalangan hadir tidak boleh terjadi lagi karena sangat merugikan siswa.
  2. Pelayanan belajar harus mampu memenuhi semua karakter akademik siswa agar tercapai hasil yang optimal.

Komitmen guru dan dukungan sekolah adalah utama untuk menyukseskan R&T program demi memberikan pelayanan prima pada siswa. Bersamaan dengan dampak baik yang akan diperoleh sekolah dengan dijalankannya program ini, terdapat peluang positif khususnya untuk Kepala dan Pengawas Sekolah yaitu bisa dijadikan sebagai bahan School Action Research (Penelitian Tindakan Sekolah).

Penulis sangat berharap gagasan ini dapat dilaksanakan di seluruh sekolah baik negeri ataupun swasta bukan hanya di Jawa Barat tetapi lebih luas di seluruh Indonesia demi untuk memberikan pelayanan prima pada siswa dan penulis sangat terbuka untuk diskusi dan bertukar pendapat dalam pelaksaannya. Demikian gagasan ini dan semoga besar manfaatnya.■

*) Penulis adalah guru di SMAN 1 Garut (Jawa Barat), Ketua MGMP Fisika Kab. Garut, dan alumni Program Continuous Profesional Development and Training Management for Teacher and Headmaster 2014 (Program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat).

Perbedaan Pelayanan Belajar akan Mampu Mengoptimalkan Kemampuan Siswa

IMG_3363

Setiap anak lahir dengan karakter gen berbeda salah satu contohnya kemampuan menyerap informasi yang beda walaupun memang banyak para ahli mengatakan bahwa pada dasarnya setiap anak dilahirkan sama. Namun justru fakta di lapangan menunjukkan anak pada usia balita sudah terlihat perbedaan kecerdasannya.

Terlepas dari asal mula anak dan bagimana caranya dibesarkan, setelah remaja makin terlihat jelas jika mereka memiliki kemampuan yang berbeda. Namun pertanyaan besarnya berkaitan dengan keberhasilan belajar, apakah anak-anak yang sebut saja kategori biasa-biasa kepintarannya, bisa jadi meningkat kepintarannya? Menurut pandangan saya, bisa. Mereka bisa meningkat kepintarannya asalkan dilatih secara terpogram dan kontinyu sebab kepintaran berkaitan dengan kecepatan kerja otak, jika otak dilatih, maka sensitifitas responnya akan meningkat.

Sederhanya, anak harus dilayani belajar dengan menyesuaikan kemampuannya sehingga perlakuan belajar pada tiap anak berbeda. Suatu metode yang cocok untuk anak pintar belum tentu cocok untuk anak yang kurang pintar, maka pelayanan belajar yang beda untuk tiap anak akan mampu mengoptimalkan kemampuannya.

 

Raih 1 tiket di PTN dengan jalur Undangan

Dede_Dasi Coklat2

Dengan ditambahnya quota jalur Undangan di PTN (60%) maka sebaiknya siswa-siswi SMA/SMK memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dari pada mengandalkan tes Tulis yang lebih kecil peluangnya. Maka investasi nilai-nilai raport melalui hasil ulangan yang baik harus dilakukan sejak kelas X terutama untuk mata pelajaran yang di UN kan seperti Matematika, Fisika,Kimia, Biologi, Bhs.Inggris, dan Bhs.Indonesia untuk kelas IPA, dan Matematika, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Bhs.Indonesia, Bhs.Indonesia untuk kelas IPS.

Apa yang harus disiapkan? Pertama, identifikasi minat dan bakatmu, jurusan  apa yang diinginkan lalu seberapa kuat kemampuan akademikmu. Tentunya jika nilai akademikmu tinggi, bisa memilih jurusan yang passinggrade nya tinggi, jika kurang tinggi maka sesuaikan. Kedua, buat rencana belajar yang matang yakni rencana belajar yang penuh prestasi dengan target-target yang tinggi. Buat jadwal belajar tambahan, jadwal pendalaman mandiri, beli buku soal-soal dan pembahasan. Ketiga, usahakan bisa menjadi kandidat sekolah untuk lomba-lomba prestasi seperti Olimpiade sains, LCT, debating, olahraga, musik, dll. sebab sertifikatnya sangat berpengaruh jika sesuai dengan jurusan yang dipilih.

Akhirnya, sebagai gambaran jika rata-rata nilai yang didapat pada kisaran >90 maka berpeluang lulus untuk jurusan dengan passing grade tinggi seperti FTI ITB, STEI ITB, FTM ITB, FK Unpad, FK UI, dll. Jika rata-rata 90 sebaiknya pilih yang menengah seperti SF ITB, FMIPA ITB, FIS UI, FIS Unpad, dll. Jika rata-rata <90 tapi >85 bisa memilih jurusan dengan passing grade rendah seperti jurusan-juran di UPI, UIN, UNJ, dll.

Demikian informasi singkat ini, semoga Anda terinspirasi dan dapat meraih jurusan di PTN sesuai cita-cita, amin.